Never put off until tomorrow, what can be done today

Laporan

Pengertian Dasar & Fungsi Laporan

Laporan adalah bentuk wacana yang berisi proses terjadinya peristiwa, aktifitas, kejadian, ataupun kegiatan baik yang sudah, sedang, maupun akan terjadi dan dilakukan. Laporan merupakan suatu jenis wacana yang terdokumentasi dan variasi, mulai dari angka-angka hingga laporan yang berjilid-jilid. Bahkan, ada yang berupa formulir atau bentuk isian. Laporan dapat bercorak institusional (kelembagaan), manajerial (perusahaan), organisatoris (organisasi, perkumpulan) ataupun laboratoris (penelitaian, eksperimen).

Fungsi laporan adalah untuk meyakinkan dan memperngaruhi. Sedangkan, hasil yang diharapkan dari sebuah laporan adalah adanya perbaikan, perubahan sikap, perubahan sudut pandang atau persepsi, penegasan sikap, serta pengmabilan kebijakan berdasarkan laporan.
ada 4 sifat laporan yang perlu kita cermati :

  • Objektivitas
    Objektivitas laporan terkait dengan kesesuaian antara realitas dan isi laporan. Fakta, data, bukti, referensi, keterangan yang dilaporkan harus sesuai dengan kenyataan yang ada, artinya pelapor tidak menambah, mengurangi, atau mengubah fakta, data, bukti, ataupun keterangan. Laporan harus menjadi potret atau rekaman realitas, aktivitas, kegiatan. Objektifitas sangat menentukan perkembangan dan perbaikan dari situasi institusi, organisasi, maupun badan usaha.
  • Imajinatif
    Imajinatif berjaitan dengan kemampuan pelapor untuk mengetahui siapa yang akan menerima laporan, tingkat penguasaan masalah, kompetensi terhadap masalah, hingga selera penerimaan laporan. Hal ini sangat penting agar tidak terjadi salah paham atau salah tafsir. kelugasan penyampaian informasi sangat dibutuhkan sehingga siapapun yang membacanya mampu berimajinasi dengan realitas, aktivitas,kegiatan yang dilaporkan.
  • Komplet
    Setiap laporan harus sempurna atau komplet. tentu saja, tanpa mengubah, menambah, atau mengurangi realitas sebenarnya sehingga laporan merupakan potret atau rekaman keadaan dengan menggunakan bahasa. Selain itu , perlu dipahami bahwa dalam setiap laporan hendaknya pelapor tidak menyampikan komentar, opini, tanggapan, penilaian, maupun keberpihakan.
  •  Menarik
    Setiap laporan yang dibuat harus memiliki daya pikat. Harus diusahakan agar setiap laporan menarik perhatian bagi siapapun yang membacanya. Pelapor harus memperhatikan sistematika, ragam bahasa, variasi kalimat, maupun variasi.

Paragraf menurut pengertian umum laporan adalah suatu dokumen sebagai hasil serangkaian kegiatan mencari dan menyajikan informasi mengenai suatu hal tertentu. Dokumen adalah sebuah naskah tertulis yang memuat fakta-fakta sebagai kesaksian mengenai kenyataan suatu hal. Dengan demikian dapat disimpulkan laporan merupakan keterangan atau informasi yang dikumpulkan, diolah, dan disajikan secara tertulis.
rangkaian kegiatan yang terlibat dalam mencari keterangan itu dapat berupa :

  1. Pengamatan (Untuk suatu jangka waktu tertentu dan dengan peralatan tertentu)
  2. Penyelidikan (Dengan bertanya, mencatat, dan membandingkan-bandingkan sumber-sumber informasi)
  3. Studi (Dengan membaca dokumen-dokumen dan bertukar pikiran).
Source : J.S Kamdhi. Terampil Berwicara pembelajaran bahasa dan sastra. penerbit : Grasindo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: