Never put off until tomorrow, what can be done today

Penalaran (Induktif)

Apa itu Penalaran?

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.

dalam penalaaan ada 2 jenis metode yaitu :

1. Penalaran Induktif
2.
Penalaran Deduktif

Pada posting kali ini  akan dibahas mengenai Penalaran Induktif. Untuk Penalaran Deduktif akan di bahas pada posting selanjutnya.🙂

1. Penalaran Induktif

Penalaran Induktif merupakan suatu penalaran yang ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual.

individual : data atau pernyataan yang bersifat faktual —>proposisi

•      Proses penalaran induktif:

–     Generalisasi
–     Analogi

1. Generalisasi

Generalisasi adalah Proses penalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum.

Proses Merumuskan Generalisasi

Pengujian atau Evaluasi Generalisasi

(1)Jumlah peristiwa sebagai dasar generalisasi (ciri kuantitatif)
(2)Peristiwa adalah contoh yang baik (ciri kualitatif)
(3)Kekecualian yang tidak sejalan dengan generalisasi diperhitungkan
(4)Keabsahan perumusan generalisasi.

Contoh generalisasi :

Jika dipanaskan, besi memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan, emas memuai.
Jika dipanaskan, platina memuai
Jadi, jika dipanaskan, logam memuai.

Macam-macam generalisasi

–     Loncatan induktif :  fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada

–     Tanpa loncatan induktif :  fakta yang diberikan cukup banyak dan meyakinkan.

2. Analogi

Analogi : Proses penalaran yang bertolak dari dua peristiwa khusus yang mirip satu sama lain, kemudian menyimpulkan bahwa apa yang berlaku untuk satu hal berlaku juga untuk hal lain.

Contoh Analogi :

Nina adalah lulusan Akademi Amanah.
Nina dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Ali adalah lulusan Akademi Amanah.Oleh Sebab itu, Ali dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Tujuan melakukan analogi induktif

(1)   Meramalkan kesamaan
(2)   Menyingkapkan kekeliruan
(3)   Menyusun sebuah klasifikasi.

 

🙂 semoga bermanfaat bagi pembaca.

source :
http://blog.unila.ac.id/pdih/files/2009/08/berfikir-nalar-prof-dr-hasriadi-m-akin.pdf
http://ati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/18039/Induksi.ppt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: