Never put off until tomorrow, what can be done today

Ragam bahasa ilmiah penting untuk proses penulisan ilmiah  , karena bahasa merupakan media pengungkap gagasan penulis. Bahasa yang digunakan dalam tulisan ilmiah adalah bahasa Indonesia ilmiah. Kemampuan berbahasa yang baik dan benar merupakan persyaratan mutlak untuk melakukan kegiatan ilmiah sebab bahasa merupakan sarana komunikasi ilmiah yang pokok. Tanpa penguasaan tata bahasa dan kosakata yang baik akan sukar bagi seorang ilmuan untuk mengkomunikasikan gagasannya kepada pihak lain. Dengan bahasa selaku alat komunikasi, kita bukan saja menyampaikan informasi tetapi juga argumentasi, di mana kejelasan kosakata dan logika tata bahasa merupakan persyaratan utama.

Ada  beberapa  faktor  dominan  yang  mewarnai  baik  tidaknya karya ilmiah , yaitu :

Pertama karya ilmiah ditinjau dari manfaatnya. Tidak sedikit karya ilmiah yang dibuat memiliki manfaat yang sangat kecil , bahkan tidak bermanfaaat. Kalau dicermati banyak karya ilmiah yang hanya merupakan koleksi tanpa ada tindak lanjut. Kembali  pada  masalah  manfaat karya ilmiah,  ada  tiga  tingkatan manfaat , yaitu :

1.       Manfaat terhadap teori , ilimu atau teknologi.

2.       Manfaat terhadap pembangunan masyarakat atau negara.

3.       Manfaat terhadap lembaga.

Setidak-tidaknya karya ilmiah dapat memberi sumbangan terhadap salah satu dari ketiga aspek tersebut. Untuk mencapai kearah itu langkah awal yang perlu diperhatikan , yaitu kecermatan dalam menentukan masalah.

Kedua, keaslian karya ilmiah. Yang dimaksud keaslian adalah karya ilmiah yang dibuat memang benar-benar baru tidak merupakan pengulangan yang sudah pernah dilakukan .

Ketiga, prosedur metodologi. Pada fase ini perlu diperhatikan latar belakang masalah, perumusan masalah, kajian teori, metode ( survei, eksperimen dll ),  populasi dan sample, instrumen, teknik pengumpulan data, desain dan analisis data .

Keempat, tata tulis dan bahasa. Tata tulis hendaknya konsisten. Jika menggunakan American Psychological Association  ( APA ), mulai dari awal sampai akhir tulisan harus mematuhi aturan yang ada di dalam APA, demikian juga jika menggunakan tata tulis Modern Language Association ( MLA ) atau aturan dari pusat bahasa. Sering terjadi penggunaan tata tulis yang tidak konsisten yaitu mencampur adukkan antara ketiga aturan tata tulis tersebut.  Kecuali tata tulis penggunaan bahasa hendaknya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Banyak penulis yang belum dapat mengemukakan melalui tulisan yang baik sehingga menimbulkan salah interprestasi bagi pembaca. Penulis harus mampu meyakinkan pembaca tentang nilai karya ilmiahnya dan menunjukkan jalan berfikir yang baik

Penutup

Berdasarkan paparan diatas pentingnya ragam ilmiah bagi proses penulisan ilmiah dapat perhatikan dari segi faktor  dominan  yang  mewarnai  baik  tidaknya karya ilmiah, yaitu manfaat penulisan ilmiah, keaslian karya ilmiah, prosedur metodelogi , tata tulis dan bahasa. tiap orang memiliki dasar yang beragam dalam memberikan predikat baik tidaknya suatu karya ilmiah. Bisa terjadi suatu karya ilmiah mendapat penilaian berlawanan oleh dua orang penilai. Kejadian ini dapat dimaklumi karena karya ilmiah memang dapat dilihat dari berbagai sudut pandang yang masing

Source :

http://www.docstoc.com/docs/20398487/KIAT-MERAIH-PRESTASI-DALAM-PENULISAN-KARYA-ILMIAH
http://obyramadhani.wordpress.com/2009/10/21/10/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: