Never put off until tomorrow, what can be done today

Prototyping

PROTOTYPING

Prototyping adalah sebuah proses yang melakukan simulasi terhadap sebuah system dan dapat dibuat dengan cepat. Prototyping juga merupakan sebuah teknik analisa interaktif dimana user terlibat terlibat aktif dalam proses desain layar dan laporan.

Kunci utama sebuah prototyping adalah untuk membuat sebuah desain awal dengan cepat, dan disertai perubahan yang bisa jadi radikal serta nantinya akan menghasilkan sebuah umpan balik, terutama dari penggunaan, secara cepat untuk melakukan desain ulang ditahap berikutnya.

Dimensi sebuah prototyping adalah Sebagai berikut :

  1. Representasi

Dari sebuah prototyping dapat dipertanyakan apakah hasilnya nanti akan dipresentaasikan dalam sebuah konteks tekstual (kata-kata berbentuk narasi) atau dilengkapi dengan tampilan visual setra diagram yang mendukung alur proses daari sebuah aplikasi

2. Jangkauan

Prototyping dapat berupa tampilan antar muka secara umum dan juga bisa dilengkapi  dengan tampilan yang telah dilengkapi dengan contoh perhitungan ataupun tampilan data.

3.   Eksekutabilitas

Dalam dimensi ini, prototyping dengan kategori kompleks dapat berupa sebuah contoh program “setengah jadi” yang benar-benar dapat dieksekusi atau dijalankan, sehingga terbentuk sebuah simulasi yang seakan-akan nyata bagi para pengguna.

4. Pematangan

Prototyping dapat melalui tahap-tahap tertentu hingga mencapai sebuah tahap yang dianggap “matang” sebelum memulai sebuah proses pembuatan.

Secara umum jenis prototyping dibagi menjadi dua bagian :

1. Rapid Prototyping (non-computer based/low fidelity)

Prototyping dengan menggunakan kertas atau lebih dikenal dengan Paper prototyping yang lebih mengandalakan kecepatan dalam membuat sebuah prototipe. Sebuah paper prototyping haruslah membuat sebuah prototype. Sebuah paper prototyping haruslah dibuat sangat cepat dan lebih ditunjukan bagi para pengguna yang dianggap mewakili segmen desin nation. Dalam hal ini, adalah orang-orang yang telah mengerti arus proses aplikasi dan mampu menerjemahkan sketsa dan membersihkan kritik secara cepat. Jenis ini disebut Proses storyboarding.

Dalam proses storyboarding, dperlukan tahap berikut (Holtzbatt):

  1. Persiapan
  2. Prototyping dengan menggunakan kertas
  3. Revisi desain setelah mendapatkan umpan balik dari pengguna

Dibeberapa teori yang lain, proses storyboarding juga dipresentasikann dengan penggunaan notasi interface flow diagram yang menggambarkan form-form yang akan tersedia dalam bagian proses-proses di sebuah aplikasi.

2. Programmed Façade (computer based/higt fidelity)

Dibagi menjadi beberapa jenis :

  1. Menggunakkan tool desain gambar
  2. Menggunankan tool slide show atau animasi yang menggambarkan proses secara semi-interaktif.
  3. Menggunakan tool interface builder seperti Visio

Dengan banyaknya tool yang bbisa digunakan , seorang desainer dapat mempertimbangkan beberapa faktor sebelum memulai prototyping bertipe computer based :

  1. Mudah digunakan dan mudah dalam proses modifikasi layar
  2. Mendukung tampilan yang sesuai dengan aplikasi yang akan dibuat
  3. Mudah diimlementasikan dengan berbagai jenis perangkat ( monitor berbagai resolusi, keyboard/ mouse)
  4. Kemudiian dalam menggabungkan tiap form dalam sebuah presentasi prototyping.
  5. Kemampuan dalam penyisipaan gambar dan berbagai objek lain
  6. Dan yang terakhir, tool yang digunakan haruslah mudah dipelajari dan digunakan disaat proses pembuatan.

[Source : Powell, Thomas A. “ Web Site Engineering”. Prentice Hall. 1998.]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: